Total Tayangan Laman

Minggu, 16 September 2012

Wajah Indonesia Diinjak Pribumi


Menatap indonesia…
                                                             Layaknya karang yang telah jutaan kali dihantam ombak   lautan
Gagah, penuh potensi 
Tapi lebih rapuh dari bongkahan kayu randu kering
Kutatap lagi indonesia yang malang
Tak ubahnya sekedar senja di siang hari
Cepat tenggelam dalam balutan kabut hitam

Indonesia…
Kehormatanmu diperjuangkan dengan tumpahan darah pejuang
Kedaulatanmu ditorehkan dengan tinta intelektual bangsa

Indonesia, bagaimana kabarmu hari ini?

Kaum tua telah menghianati demi tumpukan rupiah
Kaum muda yang dibanggakan kini sibuk dalam balutan merah darah asmara

Miris rasanya, semakin tak ada nahkoda yang membawamu mencapai kedaulatan !
Kaum tua berebut kekuasaan
Kaum muda berebut pekerjaan
Dan anak-anak cerminan generasi muda pembaharu masa depan,
Semakin dalam jatuh di jurang nyanyian penebar nafsu syetan !

Miris, apa kabarmu Indonesiaku tersayang…
Pendidikan yang hanya bermental mencetak karyawan para perampas kehormatan bangsa
Jabatan yang kian hari menjadi ajang pencetak uang
Rakyat yang dengan senangnya menerima uang penjualan bangsa di masa pencalonan
Rakyat pula yang hanya termangu menonton pertunjukan perampokan
Dengan mengatasnamakan imbalan tugas kaum bangsawan

Anak muda, engkaulah harapan bangsa yang terjajah ini
Pantaskah dirimu terbaring di kamar membayangkan kekasih yang tak kunjung datang,
Sedangkan dibelakangmu banyak yang terbaring kelaparan
Sedangkan dibelakangmu ada yang tak tidur menciptakan strategi perang

Hey pemangku kekuasaan,
Lihatlah yang kalian katakan hiburan
Tidakkah kau melihat nyata jamur kebiadaban seksual diumbar
Lalu apa yang kalian tuliskan lulus sensor disetiap tayangan???

Dan untuk media yang menggemborkan kebebasan…
Bebas seperti apakah yang kau inginkan?
Bebas menanyangkan pertengkaran rumah tangga orang agar berujung perceraian?
Atau menyoroti kekurangan orang lalu kau umbar untuk menjatuhkan?
Ataukah menjadi tangan-tangan pencekik kantong rakyat dengan iklan yang kau tayangkan?

Bangsa ini merindukan kebesaran jiwa para penguasa
Bangsa ini mendambakan perjuangan intelektual muda
 
Mulia diri bukan tampak seberapa besar yang kita miliki
Mulia diri lebih karena seberapa besar yang kita beri